Lo-Fi Photography Guide


Lo-fi Camera sudah menjadi life style hampir di seluruh dunia, di tengah rasa bosan fotografer akan teknologi digital dan hasil foto yang monoton dengan teknik olah digital jenis kamera ini kembali dicari yang tidak luput dari pengaruh Lomography Society.

Bagi sebagian orang banyak yang menganggap lo-fi photography identik dengan prinsip "don't think, just shoot" dimana kita mengabaikan aturan baku fotografi, tetapi pada kenyataannya tidak dapat selalu demikian, kita tetap wajib mengetahui dan mempelajari aturan dasar fotografi untuk bisa menghasilkan foto yang baik dari kamera sederhana ini. beberapa hal yang wajib kita perhatikan jika menggunakan toy camera.
  1. Pelajari masing-masing fungsi dari kamera yang kita miliki, karena beberapa kamera mempunyasi fungsi untuk mengatur fokus, aperture, serta shutter speed.
  2. Jika kita baru pertama menggunakan toy camera, saya sarankan untuk mencobanya dengan film negative colour. Hal ini bertujuan agar kita bisa melihat bagaimana kualitas reproduksi warna pada gambar yang dihasilkan.
  3. Sangat bijak jika kita juga mempelajari exposure value agar mampu memperkirakan kondisi cahaya dengan ISO film yang digunakan. Sebagai saran, kita bisa menggunakan film ISO 400 untuk keperluan all day shoot.
  4. Pilih objek foto yang dapat mewakili maksud dan tujuan fotografer. Lo-fi camera tidak seperti kamera digital yang mengenal fungsi "Delete: YES/NO" dan tidak dapat menyimpan foto hingga ratusan bahkan ribuan frame, kita hanya mempunyai  maksimal 36 frame untuk ukuran film 135mm dan 16 frame untuk ukuran film 120mm, oleh sebab itu kita harus menggunakan frame dengan hati-hati.
  5. Dalam kondisi kurang cahaya (Low Light) sebaiknya kita tidak usah memaksakan untuk mengambil gambar dengan lo-fi camera kita, kecuali jika kamera kita memungkinkan penggunaan flash atau menggunakan film dengan kecepatan tinggi seperti ISO 800 dst.
Aturan-aturan diatas hanya sebagai pendapat pribadi saya. Tidak menutup kemungkinan anda mempunyai pendapat yang berbeda, yang paling penting untuk diingat jangan biarkan kreatifitas kita terhambat dengan sarana dan prasarana fotografi.

Related Articles :


2 comments:

saintdevil said...

Nice :)

antoniusgvnn said...

Klo ada yang mau ditambahkan, silakan mas :)
Btw thx ^.^

Post a Comment

SUBSCRIBE

Enter Your Email Address:

GUESTBOOK

 

Antonius Giovanni © 2016 | Powered by: Blogger