Arti Demokrasi di Indonesia


Dalam artikel di harian Kompas, 20 Mei 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia. Alasannya adalah pembangunan ekonomi, penegakan aturan hukum, pemberantasan korupsi, mendorong perbaikan tata kelola pemerintah dan otonomi daerah.

Memang betul semua hal-hal yang disebutkan diatas, tetapi semua itu tidak membuat demokrasi kita semakin kokoh, bahkan sebaliknya, menjadi tambah pudar dan menjadi aristokrasi. Menurut Montesquieu, suatu republik dapat disebut demokrasi bila rakyat memiliki kekuasaan yang berdaulat dan jika kekuasaan yang berdaulat tersebut hanya dimiliki oleh sebagian rakyat, maka disebut aristokrasi. Adapun ciri-ciri dari republik aristokrasi, yaitu adanya suatu kasta privilege yang mungkin memerintah tanpa memedulikan massa, kecuali untuk membuatnya tetap patuh. Kemudian ciri yang kedua, keberadaan sekelompok orang di puncak kekuasaan tertinggi yang saling membina dinasti politik masing-masing kelompok, tetapi kompak membentuk front bersama terhadap "dunia luar".

Dalam hal ini, pernyataan Presiden SBY bukan sebuah kebohongan, hanya saja kita bisa menganggap bahwa pemimpin tertinggi di Indonesia belum mengerti hakikat demokrasi. Bila sudah demikian, apakah kita masih menganggap NKRI merupakan suatu republik demokrasi?!.

Related Articles :


2 comments:

mradhi said...

Nice :)
Artikelnya sangat inspiratif..

Ochan said...

Sangat inspiratif..saya sebagai dosen sangat senang jika mahasiswa mampu bersikap kritis seperti ini.

Post a Comment

SUBSCRIBE

Enter Your Email Address:

GUESTBOOK

 

Antonius Giovanni © 2016 | Powered by: Blogger